parenting

Menyapih dengan penuh cinta?

Semenjak jadi ibu, wah full of surprises! Selalu ada aja hal yang harus dikerjakan untuk anak. Salah satunya tentang menyusui. Setelah kita di awal berusaha menyusui sebanyak banyaknya, pada akhirnya kita pun harus berhenti. Berhenti menyusui alias menyapih bagi seorang ibu seperti sebuah challenge. Jadi tidak hanya menyusui nya saja ya yang menantang tapi nikmat. Kalau menurut Islam, sebaiknya bayi disusui hingga 2 Tahun. Dan jika berhenti sebelum itu,harus berdasarkan izin suami juga. Nah pakbapak, peranmu ga hanya bikin yaaa. Setiap langkah yang dipilih istrimu,juga menjadi tanggungjawabmu.

Sekarang aku mau share tentang tahbert yang bisa lepas dari hal yang paling dia cintai di dunia.

Nenen.

Bagaimana sih cara nya menyapih? Ini mungkin bukan menjadi kekecewaannya yang pertama. Karena Tahbert (anakku), memang tidak kubiasakan untuk selalu mendapat apa yang dia mau. Tapi ini mungkin patah hati terberat untuknya saat ini. Dipisahkan dari nenen itu terkadang seperti kiamat buat seorang anak yang full dbf (direct breastfeeding). Dia belajar untuk mengatur emosi nya ketika tidak bisa mendapatkan apa yang benar benar dia suka, bahkan dia merasa itu miliknya. Iya, menyusui makna nya sedalam itu. Sedekat itu kekutan yang dibangun. Se addict itu.

Nah,aku mau share cerita menyapih Tahbert di usia 23 bulan nih. Kalau sudah baca thread aku tentang Eating Strike, pasti kamu bisa merasakan betapa stress nya aku dengan pola makan Tahbert. Ditambah pressure yang tidak ada habisnya tentang bentuk badan anak. Tidak semua orang cukup pintar untuk mengerti anak sehat dan kecukupan gizi anak itu bisa diukur pake angka juga. Bukan dari matameter alias cuman ngeliat gendut atau kurus. Tapi entah kenapa aku susah tutup kuping jika ini datang dari inmer circle (kita bahas tentang penyebab postpartum depression ya pankapan). Akhirnya aku meminta maaf terus menerus ke Tahbert karena tidak memenuhi kewajiban untuk menyusui hingga bulan juni nanti,karena sebelumnya aku selalu bilang, Tahbert bulan Juni sudah tidak mimik ya. Sudah besar. Nanti bobok sendiri ya. Kalau lapar,makan. Kalau haus,minum. Kalau ngantuk,bobok. Kalau merasa gelisah atau butuh Bunda,Bunda tetep ada kok. Tahbert boleh peluk bunda kalau merasa tidak nyaman. Kalimat ini aku ulang terus setiap hari selama 4 bulan. Sampai akhirnya dia sudah tidak kekontrol menyusu pagi siang malam. Makan semakin sedikit. Tidurku pun tidak berkualitas (aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku bisa tidur lebih dr 4 jam). Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti menyusui alias menyapih. Pada saat meminta, aku bilang, tidak bisa mimik lagi ya. Tahbert sudah besar. Mimik bunda sudah sakit (kebetulan aku baru dicongkel karena clogged duct). Jadi Tahbert sudah ga mimik ya. Menangis?tidak. Merengek?tentu!. Tawar menawar terus terjadi. Bunn,sedikit aja yaa. Bunn,dikamar aja yaa.. Bun,abet makan dulu yang banyak,nanti mimik yaa. Bunn,abet ga pukul pukul lagi. Bunn,mimik kiri aja ya ga saki kan.. Ya pokoknya semua hal yang aku ga suka atau yang pernah dijadikan syarat untuk menyusu,dia ucapkan. Disini hatiku mulai terpotek. Tapi aku yakin, ini baik untuk Tahbert. Tahbert kuajarkan untuk tidur di kasur tanpa menyusu. Akhirnya dia bernegosiasi uuntuk digendong saja tidurnya. Oke, hari pertama. Hari kedua, kucoba untuk tidur nya peluk saja. Kuberi pengertian agar dia mengerti bahwa bunda nya juga butuh istirahat. Masya Allah dia mengerti 😥 dia sampai sekarang tidurnya peluk aja. Meskipun aku tak bisa naoas karena dia memelukku seolah olah aku yang bayi. Jadi aku yang dibekap di dadanya.

Sekarang masih masa transisi. Kalau dia minta, biasanya berakhir dengan absen semua keluarga bahwa mereka tidak ada yang menyusu juga. Uni awa ga mimik.. Ajo ga mimik. Abi ga mimik. Ameh Agis ga mimik… Terusss semua diabsen sampai akhirnya aku bertanya, Tahbert mimik ga?. Ngga Bun,jawabnya. Aku terharu, aku sedih. Sekarang justru aku yang suka ingin menyusui kembali. Iya menyapih ternyata bukan cuman siksaan untuk anak nya. Tapi ibunya juga belajar banyak hal. Belajar ikhlas berpisah. Seminggu aku tetap terbangun dan tidur tidak nyenyak seperti biasa. Untuk memeriksa apakah Tahbert minta menyusu atau tidak. Ternyata tidak. Tapi aku yang justru merasa kehilangan.. Jadi, apakah ini bisa dibilang menyapih dengan penuh cinta? Yang jelas, I Love You 3000 ya nak.

Bisa dibilang, manfaat menyapih atau dampak dari menyapih yang terjadi pada Tahbert adalah, makan yang jauh lebih lahap, dan tidur tanpa terbangun. Dan perlu di highlight menyapih itu bukan mengganti asi dengan susu formula/susu lainnya loh yaaa.

Kalau ditanya tips/ cara menyapih anak dengan penuh cinta versi aku adalah1. PASTIKAN DULU NIAT IBUNYA KUAT DAN IBUNYA YAKIN. Tanya puluhan bahkan ratusan kali. Apakah ini saat yang tepat? Karena kalau hanya berdasarkan kemauan,,niatnya kurang keras,bisa goyah melihat mata lucu mungil meratap. Kalau karena BUTUH maka tekadnya biasanya lebih kuat. Jadi, kapan sebaiknya menyapih anak? Ibu yang tahu,kapan dia BUTUH disapih. Bukan di usia 24 bulan. Bisa sampai 26,27 atau bisa (sedikit) lebih cecepat tentunya kalau lebih cepat itu pertimbangannya JAUH LEBIH BANYAK.

2. Jangan karena ibu lain sukses menyapih tanpa drama,kamu jadi memaksa untuk menyapih anakmu. Anak bukan ajang lomba! Semakin kamu obsesi karena sesuatu yang orang lain bisa lakukan,justru kamu semakin stress. Kamu dan anakmu punya jalan dan cara masing masing.

3. Jangan lupa siapkan aktifitas anak. Kalau perlu bikin rancangan jadwal permainan setiap hari. Supaya anak sibuk dan lelah jadi dia bisa tidur lebih mudah.

4. Stok sabar. Kalau poin satu udah jelas,biasanya otomatis jadi semacam “semesta mendukung”. Ntah dari mana sabar ini berasal.

5. Enjoy the process. Ini pilihanmu. Maka nikmatilah.So,udah siap menyapih? Jadi apakah menyapih penuh cinta itu? Menyapih yang berdasarkan kebutuhan,Ibu dan anak sama siap, bicara hati ke hati dan saling mengerti. Bukan menyapih yang tanpa tangisan begitu saja. Karena menangis itu bukan berarti tidak cinta. Menangis hanya salah satu wujud emosi yang wajar.

4 thoughts on “Menyapih dengan penuh cinta?

    1. Bisa pilih aktifitas fisik atau membosankan. Krn orang tidur karena ngantuk atau bosan. Ngantuk bisa karena lelah. Jadi pilih aja,mau dibikin capek atau bosan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s