Uncategorized

Anakku, Internet, dan Gadget

Tanggal 28 Maret kemarin, Sisternet disupport oleh @siberkreasi mengadakan event #sisterberbicara di Press Room Kementerian Komunikasi dan Informatika. Jadi sisternet ini adalah program CSR nya PT XLaxiata Tbk. Rumah digital untuk para wanita di Indonesia agar bisa saling berbagi dan mendapatkan informasi. Contohnya di event kali ini, yang membahas tentang “Anakkku, Internet, dan Gadget“. Materi yang penting banget buat diketahui para orang tua generasi Alfa. Supaya kita bisa tau juga apa aja sih upaya upaya yabg bisa kita lakukan untuk meminimalisir efek negatif internet dan gadget. Karena tidak bisa dipungkiri,internet dan gadget juga memiliki manfaat yang cukup banyak kalau pemakaiannya tepat!

Pada materi pertama, Ibu Mariam F. Barata memaparkan beberapa fakta tentang penggunaan informasi di dunia digital saat ini. Kita bisa maju dengan digital jika kita memanfaatkan digital dan internet dengan baik. Terlihat dari survey yang menunjukan bahwa generasi milenial lebih kreatif dan inofatif dibanding generasi sebelumnya. Oleh sebab itu,yang bisa dilakukan oleh Pemerintah adalah memfilter konten yang masuk. Bukan melarang seluruh konten dari eksternal,karena banyak juga yang bermanfaat. Terkadang orang tua suka lupa nih.. Memfilter konten yang diterima anak,eh tapi info yang diterima orang tua suka ga kefilter nih. Mangkanya sering banget kan terjadi hoax.

Bentuk bentuk konten negatif

Kita sebagai masyarakat bisa membantu pemerintah dalam menangani konten negatif tersebut melalui jalur yang sudah disediakan pemerintah pada gambar diatas. Untuk pencegahan dari kita untuk anak anak,dapat menggunakan vitur vitur parental control baik berupa aplikasi maupun website.

Contoh apliksi yang bisa di download

Selain aplikasi diatas,kita juga bisa melakukan filter pada google playstore (seriously!saya baru tauπŸ™„πŸ™„) atau google nya sendiri. Hebat ya.

Informasi nya semakin menarik lagi ditambah dengan pembicara kedua,Ibu Widuri. Kita sebagai orang tua,harus memahami terlebih dahulu apa sih motivasi anak memgakses internet. Karena kebutuhan tugas sekolah misalnya? Dan kita harus memberikan basic rules sebelum memberikan anak gadget maupun internet.

Ketika anak masih “numpang” gadget orang tua,perlu diberikan pemahaman bahwa kita lah sebagai orang tua yang punya hak penuh atas barang itu,karena sang anak hanya meminjam. Hmmmm bener juga. Eh tapi kadang ga tega anaknya nangis gimana dong. Yaaa kebanyakan kesalahan ketika dibiarkan lama lama menjadi dibenarkan. Pilihan dari orang tua nya saja. Karena kondisi keluarga berbeda beda. Penetapan basic rules pun bisa berbeda. Ini terkait dengan value dan rutinitas anggota keluarga. Beberapa keluarga melarang keras ada gadget di meja makan. Mungkin di keluarga yang lain tidak masalah.

Bagaimana sih cara ngatur pemakaian gadget pada anak?nah pertanyaan ini dijawab oleh Ibu Nuniek sebagai pembicara kedua. Yang pertama, satu suara duku nih orang tuanya. Ya iya dong gimana mau nerapin aturan kalau “penegak hukum” nya aja ga sepakat.

Kedua, know your why before your how. Eh gimana gimana? Iya, kita lagi bahas “how” nya ngatur pemakaian gadget anak kan. Kita harus tau dulu kenapa sih harus begitu. Nahh ini sebenernya sudah dipaparkan diatas ya. Dengan kita tau why nya,jadi kalau kita kendor dalam melakukan pengaturan ini,kita bisa inget lagi,kenapa sih harus di atur. Self motivation jadinya.

Keempat,pahami dulu peran kita sesuai usia anak. Pada usia anak kecil (0-13) kita berperan untuk controlling. kita dalam arena nya anak anak. In touch lngsung. Memberikan rules dan benar benar mengatur do and dont nya. Pada usia remaja (13-21), peran kita untuk Coaching. Ya seperti pelatih saja,kita diluar arena. Melihat apakah anak anak melakukan sesuai apa yang sudah kita ajarkan,dan jika bermasalah,barulah kita ikut campur. Tapi anak diberikan waktu untuk bergerak sendiri. Nah pada usia dewasa atau sudah menikah,kita berperan sebagai Consulting nih. diam jika tidak diminta.namanya konselor. Kan kalau tidak didatangi,ya tidak memberikan konsultasi. Hal ini baik agar anak tidak selalu mendapat intervensi orang tua. Terutama pada saat sudah menikah. Biasanya masalah dengan orang tua/mertua,karena org tua tidak melepas peran coaching (ataupun controlling) nya bahkan ketika anak sudah menikah.

Kelima, cari tipe motivasi anak . Ada dua tipe anak, yang oertama anak PLEASURE.motivasi utama nya untuk mendapat kesenangan. Hak dulu baru kewajiban. Efektif dengan sistem reward. Yang kedua adalah anak dengan tipe PAIN. Motivasi utama nya untuk menghindari kesusahan. Kewajiban dulu baru hak. Efektif dengan sistem consequence

Yang keenam,seperti dijelaskan diatas, harus meneraokan basic rules/ Golden rules yang tentunya disesusaikan dengan kondisi keluarga masing masing ya.

Yang terakhir, Lakukan digital detox!

Nah ini beberapa tools untuk membantu kita mengatur penggunaan gadget pada anak.

Fiuhhhh jadi orang tua itu belajarnya ngalahin kuliah S1 ya. Kita harus terus upgrade ilmu dan wawasan agar kita bisa menjaga anak anak kita dengan baik. Dan tentunya dimulai dari kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s