Uncategorized

Eating strike is killing me

Sebelumnya aku udah nulis panjang lebar di ig story. Bisa follow ig ku https://instagram.com/shabolly šŸ˜.

Disclaimer : aku bukan tenaga medis. Jadi apa yang aku lakukan semua berdasarkan feeling ibu plus msukan dsa anakku. Jadi ini tidak bisa digeneralisasikan sama untuk semua anak. Aku juga tidak dibayar oleh produsen susu,organisasi atau makanan apapun untuk postingan ini.

Yang namanya GTM alias gerakan tutup mulut, kebanyakan ibu merasakan anaknya GTM. Eits tapi GTM itu beda ya sama picky eater atau moody. Karena kalau GTM itu bener bener ga ada yang masuk. Atau bahasa sunda nya, eating strike. Anakku semenjak usia 10 bulanan mulai tuh moody. Trus mulai menantang sekali proses ngasih makan dia itu di usia 13bulanan.. Hingga akhirnya di usia 15 bulan,aku memutuskan untuk menyapih. Bukan menyapih full. Tapi hanya siang. Mengurangi frekuensi menyusui.

Kenapa? Berdasarkan konsultasi ke dsa tuh gini :

1. Bb nya sudah -2SD dan melihat trend grafiknya,jika dibiarkan maka akan menjadi -3SD yang berarti anakku kekurangan gizi. Meskipun tinggi nya di 0SD. Mangkanya jadi terlihat sekali kurus nya.

2. Sudah pernah tes lab dan anakku dinyatakan malabsorbsi lemak,makan banyak pun ga akan gemuk. Salah satunya disebabkan oleh TT sehingga tidak bisa mengunyah makanan dengan baik jadi kerja usus lebih berat dan penyerapan tidak sempurna.

3. Anakku sangat aktif jika dibandingkan anak seusianya pada umumnya. Jadi butuh kalori lebih

4. Kebanyakan nyusu jadi kenyang. Mangkanya makan seadanya.

Nah berdasarkan feeling ku sebagai Ibu :

1. Semenjak insisi TT nya,memang dia menyusu lebih sering,dan jumlah makan lebih sedikit.

2. Aku ga bisa pasrah pakai logika umum “anak menyusu nya akan berkurang sendiri seiring bertambahnya porsi makan”. Tapi aku harus batasin menyusui karena diatas usia setahun kebutuhan energi utamanya dipenuhi dari makanan.

3. Sufor bukan solusi. Pembiasaan makan yang cukup yang aku kejar saat ini. Jadi dia harus mau makan. Bukan cuman dapet kalori. Karena kekurangan berat badannya ini akarnya karena dia gamau makan.

4. Dia harus mengenal rasa lapar. Jadi dia tau,kalau lapar itu diatasi dengan makan.

Nah dari petimbangan diatas itulah akhirnha aku bereksperimen sama diriku dan anakku. Aku ga kasih dia susu dari bangun tidur sampai tidur malam. Tidur siang bagaimana?dia nangis. Aku gendong. Atau aku bawa jalan. Trus tidur. Sehari,dua hari,ya Allah berat.. Untungnya aku lagi “ngungsi” ke tempat yang mendukung keputusan ku ini.

Jadi bangun tidur aku alihkan dia ke snack,menunggu aku masak. Sejam kemudian dia sarapan. Aku mulai lagi dari awal mpasi teksturnya. Karena dia sudah dua bulan bisa dibilang ga makan. Seminggu itu terus naik tekstur. Trus pada saat snack time aku kasih dia bubur tervortifikasi. Meskipun beberapa kali dia salah satu snack nya adalah ASI (duh aku masih ga tega). Makan 3-4 kali,snack 2x. Buah/bubur/ASI. Aku sempet snack nya kukasih susu selain asi seperti uht, dan sejenisnya. Cuman ya kalau mau habis 100ml aja mesti disendokin. Rempong ya.

Hasilnya bagaimana? Berhasil gaesssss. Jadi anakku menyusu hanya kalau dia mengantuk. Mungkin aku akan sleep training setelah dia lulus toilet training?

Apa aja sih yang jadi pertimbangan kalau mau melakukan hal kayak gini? Yang jelas kamu bakal butuh support system! Bayangin aja kamu bakal dicaci orang,dibilang ibu yang jahat karena ga ngasih anaknya nyusu padahal nangis. Dan blablabla. Jahat mana sama ngasih susu terus terusan,anaknya ga makan makan?jadi kuatkan dulu mental ibunya,baru mulai.

Sekarang usia 16 bulan alhamdulillah dia makan dengan lebih normal. Asalkan jadwalnya tetap kuperhatikan. Jangan nyemil atau nyusu di dekat jam makan. Sekarang anaknya nyusu lagi?iya dooong. To dia lebih tau porsinya. Ga gragas kayak piranha seperti kemarin sebelum aku batasi nyusu nya.

Bb naik signifikan itu bonus. Di usia segini sebulan naik sekilo itu waw. Setelah berbulan bulan naik 300gr/bulan aja udh sukur.

Adakah yang mengalami nasib sama seperti aku?share yuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s