Uncategorized

#savetyfirst

2013 ini banyak sekali kita dengar kecelakaan atau bahkan kematian, untuk para penggiat alam bebas. cukup miris untuk saya, yang masih menjabat sebagai ketua salah satu organisasi kepecintaalaman tingkat universitas.

Pertanyaan saya adalah, di benak pembaca semua, apa yang anda fikirkan pertama ketika ingin melakukan sebuah perjalanan?apa yang anda siapkan? seberapa banyak informasi yang telah anda dapat mengenai tujuan anda? dna apakah anda cukup siap untuk melakukan perjalanan tersebut *banyakbangetyapertanyaannya*

Entah ini akibat sebuah film yang menyajikan keindahan alam dan seperti sangat mendukung sebuah perjalanan pendakian gunung dadakan yang minim persiapan dan pengetahuan, i don’t know.  Ketika anda ingin melakukan perjalanan, anda harus mencari data terkait, dan mempersiapkan barang bawaan anda semaksimal mungkin (namun tetap efektif dan efisien. not less, not MUCH more). misalnya pergi 5 hari, ya bawalah perbekalan untuk 6 hari. just in case something happens. Kalo kondisinya dingin, bawa jaket. Kalo sering ujan, bawa baju cadangan dan jangan lupa pakaiannya dipastikan tidak basah (entah dengan drybag atau plastik dan sejenisnya yang anti air)

Prinsipnya : AMAN DAN NYAMAN. Normally, manusia ingin aman dan nyaman bukan? Ketika mendaki gunung misalnya, kita bisa kok meminimalisir resiko dengan ber”tingkah” lebih aman, dan meminimalisir ketidaknyaman ya dengan persiapan yang matang. Jangan pernah sok tau dan meremehkan apa yang akan kita hadapi didepan, tapi persiapkanlah untuk peristiwa terburuk di depan. Sepenggal kisah ketika saya mendaki gunung merbabu pada awal tahun 2013 ini :

Selama perjalanan naik, saya berpapasan dengan puluhan orang yang bermuka murung hendak turun

Saya : kak, kok mukanya abis gunung ga ada yang enak. Ngapain naik kalo cuman buat bersedih

Senior : liat aja kakinya, pake sendal jepit

Saya  (ke yang bersedih) : kenapa mas?kok di bopong bopong, ngga ceria gitu :

Pendaki :iya dia pake sepatu futsal pas naik (WHATT)

ketika pendaki berlalu, saya berpikir , emang ada lapangan futsal ya di puncak?

Kemudian adapula beberapa orang yang nyeker..

Saya : lohh alas kaki nya pada kemana ?

Pendaki : ngga papa, ga dipake aja, biar menyatu dengan alam

Saya lihat kakinya udah hancur biru biru, jalan dengan muka meringis dan terlunta lunta. Di benak saya “menyatu sih menyatuuu tapi ga gitu juga kaliiii, nyiksa diri aja”.

Sepasang Anak SMA bertemu dengan saya ketika syaa sedang bergerak turun. Di pos 4, hujan badai turun. Kami sedang berteduh di shelter. Di kelompok kami, hanya saya dan 1 senior angkatan 2007 yang muda. Yang lain sudah cukup umur lahhh.. kami bawa perbekalan cukup banyak (sampe masak beef teriyaki dan kue, meskipun ada warung).

Cowo SMA :dari mana? Tas nya gede amat

Senior saya : iya, kita baru pertama kali naik gunung, jadi siap siap. Mas nya sudah sering kesini?ngga bawa apa apa?

Cowo SMA (sambil menggigil) : ngga. Saya sudah pernah. Ini pacar saya yang baru naik pertama kali. Kan diatas ada warung. Ngapain bawa banyak banyak

Saya melirik kakinya yang lecet karena pake sendal jepit

Saya : trus bener bener ngga bawa apa apa? Kalo kenapa kenapa di jalan gimana?

Cowo SMA: yaa udah pernah sihh, paling begitu begitu doang. Ini bawa jaket sama matras doang. Tapi jaket nya basah (dia pun menggigil)

Senior saya : ooo.. kedinginan ya mas? Sini ke api (kebetulan baru selesai bikin api )

Cowo cewe itu langsung kucluk kucluk lari ke api. Dan ketika saya hendak berpamitan ke dua sejoli yang sudah sangat kedinginan itu,….

Cowo : mas, ada air minum ngga? Sama spirtus.. kalau ada makanan lagi juga boleh minta ngga ?

Saya (dalam hati) : kalo ngga ketemu orang mati kali lo yaaa

Akhirnya kita kasihlah sebagian bekal yang kami punya. Ini manfaatnya bawa sedikit lebih banyak.

Semoga saja mereka tidak hipotermia/hipoxia di sana. Mengingat api unggunnya ada di dalem shelter, bisa kekurangan oxygen itu.

Saya sendiri masih banyak belajar. Tapi saya selalu diajarkan untuk tidak meremehkan apapun. Terutama alam (dan cinta kitaa ceileehh #abaikan)

Manajemen perjalanan, mental, pengetahuan, dan fisik yang kuat. Itu semua satu. Ngga bisa fisik doang. Saya banyak bertemu orang orang berfisik kuat tapi ngedrop pas di lapangan. Mungkin karena mentalnya kurang (?). semoga saya tidak akan lagi mendengar “ ah gn. Gede doang” atau “yailah, papandayan mah gitu gitu doang” “ ya ampunn lawu mah ga usah bawa makanan. Sendal jepit juga jadi”. Watch your life!

Salam,

#travelenturer

#safetyfirst

@shabolly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s